Prosedur Perawatan Pasca Trakeostomi

Minggu, 27 Januari 20130 komentar




Rontgen dada untuk menilai posisi tube dan melihat timbul atau tidaknya komplikasi
Antibiotik untuk menurunkan risiko timbulnya infeksi
Mengajari pihak keluarga dan penderita sendiri cara merawat pipa trakeostomi
Kaji pernapasan klien, termasuk kebutuhan klien akan pengisapan dan pembersihan trakeostomi
Cuci tangan
Letakkan alat-alat di atas meja
Tinggikan tempat tidur sampai ketinggian yang nyaman untuk bekerja
Bantu klien untuk mengambil posisi semi fowler atau terlentang
Jika diperlukan, hubungkan selang pengisap ke aparatus penghisap. Letakkan ujung selang di tempat yang mudah di jangkau dan hidupkan penghisap
Letakkan handuk melintang di dada klien
Buka set atau peralatan penghisap. Buka juga bungkus alat-alat yang diperlukan untuk pembersihan trakheostomi
Letakkan perlak paling bawah dan atur peralatan penghisap
Atur mangkuk steril kedua dekat. Jangan sentuh bagian dalam mangkuk
Tuangkan 50 ml hidrogen peroksida ke mangkuk kedua. Jangan sampai menetes ke perlak.
Buka sikat steril dan letakkan di sebelah mangkuk yang berisi hidrogen peroksida
Buka ketiga bungkus kasa 10 x 10 cm. pertahankan sterilitas kasa. Tuangkan hidrogen peroksida di atas kasa pertama dan normal salin di kasa kedua. Biarkan kasa ketiga tetap kering.
Buka swab berujung kapas. Tuangkan hidrogen peroksida pada satu paket swab dan normal salin pada paket swab lainnya.
Jika menggunakan kanul dalam sekali pakai, buka bungkusnya sehingga kanul dapat dengan mudah diambil. Pertahankan sterilsasi kanula dalam.
Tetapkan panjang tali pengikat trakheostomi yang diperlukan dengan menggandakan lingkar leher dan menambah 5 cm dan gunting tali pada panjang tersebut.
Lakukan prosedur pengisapan. Pastikan bahwa anda telah menggunakan mantel pelindung dan sarung tangan steril
Lepaskan bib trakheostomi dari keliling pipa trakheostomi dan buang bib tersebut
Lepaskan sarung tangan yang sudah basah dan kenakan sarung tangan steril yang baru. Tangan dominan anda harus tetap steril sepanjang prosedur dilakukan. Bersihkan kanul dalam.
Mangganti kanul dalam sekali pakai (dispossible inner-canula).
1)      Buka dan dengan hati-hati lepaskan kanul dengan menggunakan tangan tak dominan anda.
2)      Lakukan pengiapan dengan teknik steril, jika diperlukan.
3)      Keluarkan kanul dalam baru steril dalam bungkusnya dan siramkan sejumlah normal salin steril pada kanul baru tersebut. Biarkan normal salin menetes dari kanul dalam.
4)      Bantalan kasa pertama di gunakan untuk membersihkan kulit di sektar trakheostomi. Kasa kedua digunakan untuk mengangkat debris yang dilunakkan oleh hidrogen peroksida, dan kasa ketiga digunakan untuk mengeringkan kulit.
5)      Swab digunakan untuk membersihkan sekitar trakheostomi.
6)      Kanul dalam steril harus sudah siap dipasang setelah anda membersihkan kulit.
7)      Tali menahan trakheostomi di tempatnya tanpa menghambat sirkulasi.
Membersihkan jalan udara sehingga pembersihan trakheostomi menjadi lebih efisien. Pengisapan merupakan prosedur steril. Mantel pelindung mencegah kontak dengan cairan tubuh klien.
Kulit harus dibersihkan untuk mencegah kerusakan kulit.
Menurunkan penyebaran mikroorganisme.

1)      Kanul dalam harus dilepaskan dan diganti untuk mengurangi penyebaran mikroorganisme dan untuk meningkatkan pernapasan.
2)      Melepaskan kanul dalam dapat menstimulasi batuk dan klien mungkin membutuhkan pengisapan.
3)      Normal salin yang menetes ke dalam trakheostomi dapat menyebabkan klien batuk.
4)      Dengan hati-hati dan cermat pasang kanul dalam ke dalam bagian luar kanul dan kunci kembali agar tetap berada di tempatnya.
5)      Hubungkan kembali klien dengan sumber oksigen.
Membersihkan kanul dalam tak disposable
1)      Lepaskan kanul dalam menggunakan tangan tak dominan dan letakkan kanul tersebut dalam mangkuk yang berisi hidrogen peroksida.
2)      Bersihkan kanul dalam dengan sikat (tangan dominan anda memegang sikat dan tangan tak dominan anda memegang kanul dalam).
3)      Pegang kanul di atas mangkuk yang berisi hidrogen peroksida dan tuangkan normal salin pada kanul tersebut sampai semua kanul terbilas dengan baik. Biarkan normal salin memetes dari kanul dalam.
4)      Pasang kembali kanul dalam ke dalam kanul luar dan kunci agar tidak berubah letaknya.
5)      Hubungkan kembali ke sumber oksigen.
Gunakan kasa dan swab berujung kapas yang dibasahi dengan hidrogen peroksida untuk membersihkan permukaan luar dari kanul luar dan area kulit sekitarnya.bersihkan juga area kulit tepat di bawah kanul. Lalu bilas menggunakan kasa dan swab yang dibasahi dengan normal salin. Kemudian keringkan dengan menggunakan kasa kering.
Ganti tali pengikat trakheostomi. Biarkan tali yang lama tetap di tempatnya sementara anda memasang tali yang baru. Sisipkan tali yang baru pada salah satu sisi dari faceplate. Lingkarkan kedua ujung bebasnya mengelilingi bagian belakang leher lain ke sisi lainnya dari faceplate. Sisipkan salah satu ujung bebasnya pada salah satu sisi faceplate dan ikat dengan kuat tetapi tidak ketat. Gunting tali yang lama.
Letakkan bib trakheostomi atau balutan bersih mengelilingi kanul luar di bawah tali pengikat faceplate. Periksa untuk memastikan bahwa tali pengikat tidak terlalu ketat tetapi pipa trakheostomi telah dengan aman tertahan di tempatnya.
Mengempiskan dan mengembangkan manset (cuff) pi
1)      Pakai sarung tangan steril
2)      Lakukan pengisap jalan udara orofaring klien
Bilas selang penghisap
Cuci tangan
Evaluasi dan dokumentasikan
Share this article :
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Asal Tau Kesehatan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger